https://journal.pbnsurabaya.co.id/index.php/jpkm/issue/feedJurnal Abdimas Multidisiplin2026-02-04T07:15:56+00:00Admin PBN Abdimaspbnjomp@gmail.comOpen Journal Systems<p>Publication of Community Service Articles</p> <p> </p>https://journal.pbnsurabaya.co.id/index.php/jpkm/article/view/392PELATIHAN KOMUNIKASI TULIS BERITA DI MEDIA SOSIAL YANG BAIK PENGURUS KARANG TARUNA KELURAHAN SUKATANI KOTA DEPOK2026-02-04T06:53:33+00:00Irwan Siagianirwan.siagian60@gmail.comNurma Tambunannurma.tamb@gmail.comBondan Dwi Hatmokobondan_dwi_hatmoko@yahoo.comseptian darma baharityansepta73@gmail.com<p>Penggunaan media sosial berupa berita sering sekali salah persepsi dengan tulisan dan makna yang disampaikan seseorang terhadap penerima berita. Pengurus karan taruna sebagai penyambaung terhadap pemuda pemudi yang ada dilingkungannya. Pemuda pemudi merupakan pewaris cita-cita bangsa, cikal bakal perjuangan bangsa yang memiliki peran penting. Agar dapat bertanggung jawab atas pembangunan bangsa dan negara yang berkelanjutan, setiap anak perlu memiliki kesempatan seluas-luasnya untuk tumbuh dan berkembang baik secara fisik, mental maupun sosial. Oleh karena itu, perlu kerja keras untuk melindungi kesejahteraan anak dengan menjamin hak-haknya tanpa diskriminasi. Karang taruna merupakan wadah bagi pemuda pemudi untuk menjali komunikasi terutama pada komunikasi. Pelatihan dilakukan untuk meningkatkan komunikasi tulis berita di media soasial dan meningkatkan kemampuan bertutur yang santu dan bijak mengeluarkan kata-kata dalam media sosial yang ada. Hasil pelatian sebagai berikut, Pelatihan pada materi arsetif dan santun pada awal prapelatihan mendapat hasil minin sebesar 208 sdangkan hasil setelah dilakukan pelatihan meningkat menjasi nilai 2092. Pada materi Kolaboratif sebelum pelatihan menhasilkan nilai 193 sedangkan setelah pelatihan dilakukan menghasilkan nilai 274 berarti terdapat peningkatan sebelum pelatihan dengan sesuadah pelatihan. Materi pelatihan Empatik menghasilkan nilai sebelum pelatihan sebesar 158 sedangkan setelah pelatihan menghasilkan nilai 278 berarti ada artinya dilakukan pelatihan kepada pengurus karang taruna. Pelatihan pada materi Bijak Digital menghasilkan nilai sebelum pelatihan sebesar 149 sedangkan setelah dilakukan pelatihan bernilai 273 melalui pelatihan menjadi lebih baik pengurus karang taruna. Pelatihan komunikasi tulis berita di media sosial, diharapkan para pengurus karang taruna semakin dapat mengunakan media sosial dengan santun dan bijak.</p>2026-02-04T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Jurnal Abdimas Multidisiplinhttps://journal.pbnsurabaya.co.id/index.php/jpkm/article/view/391Implementasi Bekam sebagai Terapi Komplementer dalam Peningkatan Kesehatan Masyarakat2026-02-04T06:32:24+00:00Retno Twistiandayaniretnotwist@gmail.commono Pratiko Gustomingustomi20@gmail.com<p><em>The use of complementary therapies is growing in line with the increasing public demand for health promotion and prevention efforts. Cupping therapy is a form of complementary therapy that has long been used by the community and is believed to be beneficial in reducing various health complaints, such as muscle pain and fatigue. There is a high level of public interest in cupping therapy, but knowledge about the correct procedure, safety, indications, and contraindications of the therapy is still limited. This situation highlights the importance of community service activities that not only provide therapy services but also appropriate health education. These community service activities aim to implement cupping therapy as a complementary therapy and increase public understanding of the benefits and safe procedures of cupping therapy, as well as improve public understanding of its use. The activity was carried out in Lumpur Village, Gresik District, Gresik Regency on January 23, 2026, involving 15 participants who were selected based on inclusion criteria and had no contraindications to cupping therapy. The community service methods used included preparation, health education, cupping therapy implementation, and monitoring and evaluation. Cupping therapy was performed by trained personnel in accordance with standard operating procedures. The results of the activity showed that most participants experienced a reduction in complaints such as pain and stiffness after cupping therapy. Participants also reported feeling more relaxed and comfortable, and no severe side effects were found during the activity. In addition, all participants stated that cupping therapy was beneficial and they were interested in undergoing the therapy again in the future. This activity shows that the implementation of cupping therapy as a complementary therapy is well accepted by the community and has the potential to become one of the supporting efforts in improving public health.</em></p>2026-02-04T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Jurnal Abdimas Multidisiplin