https://journal.pbnsurabaya.co.id/index.php/jupm/issue/feedJurnal Penelitian Multidisiplin2026-02-10T07:19:42+00:00Admin PBNpbnsby87@gmail.comOpen Journal Systems<p>Publication of a Multidisciplinary Research Article</p> <p>Prefix DOI: 10.58705</p>https://journal.pbnsurabaya.co.id/index.php/jupm/article/view/390PEMBUATAN PUPUK PREMIUM ORGANIK CAIR BERBASIS ECO ENZIM2025-12-24T02:40:10+00:00Nurnuryaqin13@gmail.com<p>Penggunaan pupuk kimia berlebihan dapat mengubah struktur tanah, menurunkan kesuburan, dan meningkatkan keasaman. Pupuk kimia dapat larut dalam air tanah dan permukaan, menyebabkan pencemaran dan kerusakan ekosistem. Pembangunan pertanian yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan menjadi prioritas dalam meningkatkan produksi dan kualitas hasil pertanian. Salah satu upaya untuk mencapai tujuan tersebut adalah penggunaan pupuk organik cair. Pupuk organik cair merupakan alternatif yang ramah lingkungan dan efektif untuk meningkatkan kesuburan tanah serta kualitas hasil pertanian. Eco-enzyme adalah larutan yang dihasilkan dari proses fermentasi limbah organik, seperti kulit buah atau sayuran yang memiliki maanfaat seperti : Pembersih alami, pupuk tanaman, sekaligus mengurangi jumlah sampah. Eco enzim dapat dijadikan sebagai bahan dasar pembuatan pupuk premium organic cair mengingat kandungan dan komposisi yang ada dalam eco enzim sangat lengkap untuk mendukung pertumbuhan tanaman. Dari aplikasi pupuk premium organic cair berbasis eco enzim di beberapa tempat menunjukkan ada pengaruh pertumbuhan yang positif, menguntungkan atau meningkatkan hasil panen.</p>2025-12-24T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Jurnal Penelitian Multidisiplinhttps://journal.pbnsurabaya.co.id/index.php/jupm/article/view/393GAMBARAN PRINSIP PENYIMPANAN BAHAN MAKANAN KERING DI INSTALASI GIZI RSUD AROSUKA KABUPATEN SOLOK TAHUN 20252026-02-10T07:10:29+00:00Nailathul nailathul24@gmail.comLegabina Adzkiaegaadzkia1213@gmail.comYuliza Anggrianiyulizaanggraini@gmail.com<p><strong>Pendahuluan:</strong> Pada penyimpanan bahan makanan kering perlu mengikuti prinsip yang telah ditetapkan yaitu prinsip ketepatan tempat, waktu, mutu, jumlah, nilai. Hasil observasi RSUD Arosuka pada ruanganpenyimpanan bahan makanankering ditemukanbahwa ruangan disatukan dengan ruangan staff, banyak susu kering expired, stok susu sering melebihi dari jumalh dikonsumsi. <strong>Tujuan:</strong> Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran ketepatan tempat, waktu, mutu, jumlah dan nilai di instalasi gizi RSUD Arosuka Solok. <strong>Metode:</strong> Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif instrumen penelitian berupa lembaran observasi, panduan wawancara, dokumentasi, dan triangulasi dengan jumlah informan sebanyak lima orang. <strong>Hasil:</strong> Hasil penelitian menunjukkan bahwa prinsip penyimpanan bahan makanankering diInstalasiGizi RSUD Arosuka KabupatenSolok belumsepenuhnya diterapkan sesuai prinsip 5T. Ditemukan bahan makanan kedaluwarsa, ruang penyimpanan yang tidak sesuai, serta pencatatan dan pengawasan mutu yang masih kurang, sehingga berisikomenurunkan kualitas bahan dan menyebabkan pemborosan. <strong>Kesimpulan:</strong> Penerapan prinsip penyimpanan bahan makanan kering di Instalasi Gizi RSUD Arosuka Kabupaten Solok tahun 2025 belum berjalan secara optimal. Ketidaksesuaian terhadap prinsip 5T masih ditemukan, sepertiruang penyimpanan yang kurang memadai, bahan makanankedaluwarsa, serta kurangnya pengawasan dan pencatatan. Kondisi ini menunjukkan perlunya perbaikan dalam manajemen penyimpanan guna menjaga mutu bahan makanan, mencegah kerugian, dan mendukung pelayanan gizi yang aman dan berkualitas bagi pasien.</p>2025-12-24T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Jurnal Penelitian Multidisiplinhttps://journal.pbnsurabaya.co.id/index.php/jupm/article/view/394GAMBARAN ENABLING FACTOR DALAM PEMILIHAN BAHAN MAKANAN DI RSUD AROSUKA KABUPATEN SOLOK TAHUN 20252026-02-10T07:19:42+00:00Nurulnurulazizah4102@gmail.comLegabina Adzkiaegaadzkia12@gmail.comSilvia Adi PutriSilviaAdiputri86@gmail.com<p>RSUD Arosuka Kabupaten Solok melaksanakan pelayanan gizi yang mencakup pemilihan bahan makanan sesuai kebutuhan pasien<em>. Enabling factor( </em>faktor pemungkin) seperti ketersediaan sumber daya, akses ke layanan, keterampilan, dan kemampuan fisik menjadi penentu kelancaran proses tersebut. Namun, faktor-faktor ini belum berjalan secara optimal. <strong>Tujuan</strong>: Untuk menggambarkan <em>enabling factor</em> dalam pemilihan bahan makanan di RSUD Arosuka Kabupaten Solok tahun 2025.<strong> Metode</strong>: Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif, Penelitian ini dilakukan di Rsud Arosuka Kabupaten Solok pada bulan Mei 2025 di mana data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dokumentasi, dan rekaman suara,terhadap lima informan yang terdiri dari kepala unit gizi, koordinator pengadaan, juru masak, dan petugas pengantar makanan.<strong> Hasil</strong>: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Aspek sumber daya manusia masih kurang, terutama pada tenaga katering atau penjamah makanan. Akses ke layanan pembelian bahan makanan dilakukan melalui pihak ketiga, sehingga pengendalian mutu bersifat tidak langsung. Keterampilan petugas gizi cukup baik, namun pelatihan formal belum dilaksanakan di rumah sakit . Kemampuan fisik petugas memadai, tetapi beban kerja yang tinggi menjadi kendala. <strong>Kesimpulan dan Saran</strong><em>: enabling factor</em> dalam pemilihan bahan makanan di RSUD Arosuka masih terkendala dalam hal ketersediaan tenaga kerja,akses ke layanan , dan kurangnya pelatihan. Disarankan pihak rumah sakit menambah tenaga katering, melakukan evaluasi berkala terhadap penyedia bahan makanan, serta menyelenggarakan pelatihan rutin untuk meningkatkan kualitas pelayanan gizi.</p>2025-12-24T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Jurnal Penelitian Multidisiplin