Agama Dan Sains Modern
Agama, Sains
DOI:
https://doi.org/10.58705/jpm.v1i2.55Abstrak
Agama merupakan berlandaskan wayu yang dimana berupa kitab suci al-Qur’an. Bagi saintik al-Qur’an merupakan sumber ilmu pengetahuan yang dimana dikembangkan segala macam disiplin ilmu. Ilmu syariah seperti Aqidah, fiqih, kalam, filsafat tanpa menafikan disiplin ilmu seperti astronomis, kedokteran, fisika, kimia. Sains modern menafikan peran agama dalam kajian keilmuan. Sehingga pada akhir nya, sains modern menjauhkan diri dari doktrin agama. Dalam hal ini mengkaji statum (posisi) agama dalam perspektif sain islam dan sains modern dengan kajian yang menekankan pada aspek tekstual. Disimpulkan bahwa agama adalah inheren tidak dapat dipisahkan dengan sains. Sains islam berpegang kepada din atau agama, sedangkan sains modern tidak lagi berpijak kepada agama, sehingga berakumulasi pada kerusakan yang ditimbulkan. Hal ini memicu saintik muslim mengambil sikap tanggapan yaitu dengan menyodorkan solusi gagasan islamisasi terhadap sains modern. Sebagaimana agama juga memiliki metodenya tersendiri untuk menyiba makna, namun keduanya tidak seharusnya saling menegasikan eksistensi masing-masing. Meskipun sains dan agama mempunyai wilayah masing-masing, namun keduanya dapat saling berbagi.