Implementasi Bekam sebagai Terapi Komplementer dalam Peningkatan Kesehatan Masyarakat

Penulis

  • Retno Twistiandayani Program Studi Ilmu Keperawatan, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Gresik
  • Mono Pratiko Gustomi

DOI:

https://doi.org/10.58705/jam.v5i1.391

Abstrak

Pemanfaatan terapi komplementer semakin berkembang seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap upaya promotif dan preventif kesehatan. Terapi bekam merupakan salah satu bentuk terapi komplementer yang telah lama digunakan oleh masyarakat dan dipercaya memiliki manfaat dalam mengurangi berbagai keluhan kesehatan, seperti nyeri otot dan kelelahan. Tingginya minat masyarakat terhadap terapi bekam, namun masih terbatasnya pengetahuan mengenai prosedur pelaksanaan, keamanan serta indikasi dan kontraindikasi terapi yang benar. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya kegiatan pengabdian masyarakat yang tidak hanya memberikan layanan terapi, tetapi juga edukasi kesehatan yang tepat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengimplementasikan terapi bekam sebagai terapi komplementer serta meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai manfaat dan prosedur terapi bekam yang aman serta meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pemanfaatannya terutama penderita Hipertensi. Kegiatan dilaksanakan di Kelurahan Lumpur Kecamatan Gresik Kabupaten Gresik pada tanggal 23 Januari 2026 dengan melibatkan 25 peserta yang dipilih berdasarkan kriteria inklusi dan tidak memiliki kontraindikasi terhadap terapi bekam. Metode pengabdian masyarakat yang digunakan meliputi tahapan persiapan, edukasi kesehatan, pelaksanaan terapi bekam, serta monitoring dan evaluasi. Terapi bekam dilakukan oleh tenaga terlatih sesuai dengan prosedur operasional standar. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebagian besar peserta merasakan penurunan keluhan seperti nyeri dan pegal setelah terapi bekam. Peserta juga melaporkan merasa lebih rileks dan nyaman, serta tidak ditemukan efek samping berat selama kegiatan berlangsung. Selain itu, seluruh peserta menyatakan terapi bekam bermanfaat dan tertarik untuk mengikuti terapi kembali di kemudian hari. Kegiatan ini menunjukkan bahwa implementasi terapi bekam sebagai terapi komplementer dapat diterima dengan baik oleh masyarakat dan berpotensi menjadi salah satu upaya pendukung dalam peningkatan kesehatan masyarakat.

Unduhan

Diterbitkan

2026-02-04

Cara Mengutip

Twistiandayani, R., & Pratiko Gustomi, M. (2026). Implementasi Bekam sebagai Terapi Komplementer dalam Peningkatan Kesehatan Masyarakat. Jurnal Abdimas Multidisiplin, 5(1), 9–14. https://doi.org/10.58705/jam.v5i1.391